26 Apr 2012
Ge-eR
tapi mungkin sejenis geek minoritas.
Masih pakai skinny jeans, kemeja Zara dan sepatu Converse dan bergaul dengan orang-orang sadar fashion, atau tau tentang gosip terbaru seputar selebritis atau sekedar berita politik yang serunya hampir ngalahin sinetron indonesia yang di dubbing bahasa indonesia,
Intelektualitas tinggi dan kecanduan akan sains akut. Hampir percaya sama hukum-hukum alam, terutama aplikasinya sama dunia sosial. konsep hukum alam yang paling dia suka adalah hukum III Newton, Aksi - Reaksi, gaya tarik, dan gravitasi.
Suatu ketika dia bertemu dengan si pria ini, si pria yang beda notasi.
dia tertarik. amat sangat tertarik.
dan menurut hukum III newton kalau dia tertarik, pastilah si pria ini juga tertarik padanya. semuanya hanya masalah jarak. lalu dia mulai berjalan mendekatinya. terus mendekatinya. mulai mengenalnya dan dunianya,
excited, senang, penasaran, dan semakin terlarut,
tapi ada tapinya,
tapi seiring dengan berkurangnya kadar curiousity dia melihat hanya dia yang terlarut.
tidak dengan si pria ini
lalu senang berubah menjadi lelah, dan penasaran menjadi kesal, kesal sama si pria beda notasi dan kesal sama Newton. lalu kesal berubah menjadi bosan dan dia jadi tambah lelah.
Mungkin Newton memang bukan dewa.
ya sudah lah.
12 Sep 2011
#1: The Randomness of Pempek
Random things could really happen to me if I were bored. And when boredom meets one sudden crazy idea which suddenly flies above my head, then random things could suddenly happen. Its like when I suddenly went to Jakarta to do some kind of tv show audition (yes I know.. that is so freakin crazy and also embarissing) or when I drive my motorcycle to ciwidey with Erwin-the-bule-guy in my back seat (well, in this situation, I often switch with kak didit for some condition), and this next writing is going to be my randomness with pempek
One day I had this freakin' boring situation, a completely boring time.when everyone at the office has gone, there’s only me who left, it was 5 pm and suddenly I mind was flown into one memories in cimanggis (my pals house's) where at that time, my friend’s mothers who already back from wedding ceremonial, serves us a complete series of original palembang’s pempek unlimited!! Yes unlimited beyb!!. But the worse part is my stomach was already full, I didn’t have the chance to grab as many pempek as possible , but only small amount of it, but the taste is remain. It was.. the most delicious pempek ever!! (and originally from Palembang!)
And after I past several super fast flashback moments (halah) , suddenly the crazy idea come up and unavoidable: I should really eat that originale pempek again! No matter what ever it takes!
Several ways to make my crazy idea come true, comes up in every braches of my brain cells ( Ok.. this is too much) those several idea are:
1. Trying to call yosi –the most qualified Palembangnesee I’ve ever know--, if probably she has a chance to come to Bandung, but after I think again.. yosi is actually in Taiwan right now. So it’s not possible for her to just come up to Bandung to just buy me a pempek -> Failed
2. Asks Zul!. Zul is actually my new office mate, from the way he moves, I thinks he’s some kind of Sumatran and He is. But the bad thing is he’s not from Palembang, He’s from Riau, I’ve try to forced him (haha) to buy me pempek, but it’s not possible because it’s to far away.-->literally Failed
3. Asks Ester, but she’s from medan, okey then, she’ll be in Jakarta at some times in September so I’ll asked her to buy me bolu meranti ! ->Become Plan B.
4. Last and Desperately not least asks random person whom satus was always in palembangs in facebook to bring me some original pempek -> errr 50:50 possibility
Yah yah.. I know some of you probably think that I am totally out of my mind. Well I do think so. But this pempek things has totally driving me crazy!. So in one random night I send him a messege, asks if he’s really palembangnesee, will he return to Palembang in this Ied bIa..bla..blaa yes bla..bla..bla.. asks him if he mind if I want to buy the original pempek from him bla..bla..bla.., I also explain to him that I understand this pempek things should be sounds crazy to him since we haven’t know each other and bla bla bla.. and then he answer bla bla bla.. yes from Palembang.. bla bla bla.. but not directly from Palembang.. (err.. too bad) bla..bla.. bla.. I also asked yosi where she usually buy pempek for souvenirs. She mentions several places but the places that she mentions is not available in this guy place, but yosi convinced me that every pempek in Palembang is delicious. And I trust her, and so I told this guy to just buy anything that he think the most recommended pempek and I’ll buy it from him. and deal.
2 weeks later..
1 messeage received...
I know I know.. many negative thought should comes up in your head right know, what if he doesn’t wants to, What if this guy is a liar, what if he’ll stole my money, what if he put something on the pempek that can make you stomachache, and all the negative ‘what if’ probability which probably could happen during the process. I realize perfectly that worst things could really happen. But every decision will always have its own consequences right? So if one (or more) of those negative consequences happen, I won’t sorry to myself, because I already realize the consequences, I know this is so freakin’ gambling situation, and if I failed, then I’ll just laugh..
Luckily I suceed hahaha!
Tulisan ini adalah tulisan wajib setiap hari selama saya menunggu waktu test TOEFL saya. merupakan bagian latihan menulis bahasa inggris. setiap tulisan akan membahas suatu tema. satu post akan berisi minimal 3 paragraf. setiap tulisan akan saya coba kirim kan pada editor yang mengerti grammar, semoga hasilnya bisa membawa saya ke Belanda (amin!)
16 Mei 2011
Minggu Pagi di Victoria Park
This Movie tells about Mayang (Lola Amaria) whose have to go to Hong Kong to be an Indonesian woman workers as a housemaid. she don't want to be a housemaid actually, but because of she has to find Sekar (Titi Sjuman), whose missing for almost 2 years in her way to be an Indonesian woman workers. Mayang and her skeptical mind, has to living the life that she doesn't want to, just because she's too dear her mother whose worrying her other daughter. In opposite, she hates her sister because her father keep comparing her beauty, talent, and her achievement with her sister.
In her way finding her sister, the skeptical Mayang experienced many events which sensed her that: she's not the only one whom life is terrible.I love the way her friend (Imelda Soraya) * I forgot her name* yelled her when Mayang keep her stone heart because she was upset because everybody knows she is Sekar's sister. She yelled to Mayang to Stop playing as a victim, because everybody has their own problem. >:)
This movie is very interesting because its conflict is touching the issue around the violence that has to be faced by the Indonesian worker, the happiness and sadness about being an Indonesian woman workers. In their country they are regarded as heroes of foreign exchange, but actually, they faced many problem such as bad manager violence, loans with its high interest, etc. but behind all of the struggle of all those kind of problem, they are trying to strength each other because they are Indonesians whose living and struggling in the same circumstance in other country. In Hong Kong, the Indonesian workers are frequently gathers in one place, they share, they laugh and they strength each other in a place called The Victorian Park.
Beside the Indonesian woman workers issue, this movies also rise the issue about family which is soo Indonesian. the scene, the conversation, the story line are very touching and successfully played my emotion. i rate this movie 8/10. its a must seen movie. no junk! :)
4 Jun 2010
do what you wanna do..
Kenapa yah? kenapa saya nggak bisa melihat apa yang orang lihat terhadap saya? Kenapa yang tampak di mata saya ini hanya kekuarangan dari apa yang sudah saya lakukan? Kanpa ini terjadi pada saya? Dan lain sebagainya kalau dilist bisa berlembar-lembar mungkin, dan saya juga malas untuk membicarakannya disini. Ada hal yang saya pelajari dan dapat saya bagi dari pengalaman yang saya alami saat ini, yang mungkin bisa berguna juga buat kalian yang mengalami hal yang serupa atau yang baru mau mulai melangkah, ini dia :
1. Jangan mau mengerjakan suatu pekerjaan dengan terpaksa.
Sekalipun untuk menyenangkan orang tua, kekasih, dan sahabat terkasih kita. Bukan bermaksud untuk membaikkan ‘egoisme’. Tapi percayalah banyak jalan menuju roma. Banyak jalan untuk membahagiakan orang-orang yang kita kasihi. Buat adek-adek yang masih sekolah SMP cari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang jenis pekerjaan yang kalian bisa dapat. Buat yang mau masuk kuliah (baca=lulus SMA) pilih universitas dan jurusan yang mendukung minat dan bakat kalian. Jangan asal memilih jurusan, kuliah jurusan apapun itu sulit, tapi yang sulit akan jadi menyenangkan jika hal itu adalah sesuatu yang kalian sukai, buat yang udah terlanjur ‘basah’ seperti saya hehehe, selagi masi ada waktu untuk berubah haluan, lakukan lah dengan ketekunan atau lanjutkan dengan penuh keiklasan. Karena kadang-kadang kita harus berputar menjadi sesuatu yang bukan kita untuk menjadi kita seutuhnya (Dee, Perahu Kertas, 2009).
2. Kesempatan yang lebih besar bisa jadi hanyalah penggoda untuk menguji keteguhan hati kita.
Jangan lagi ber-aji mumpung. Teguhlah pada pendirian dan pilihan hati kita. kesempatan lain yang manawarkan keuntungan yang lebih besar, mungkin akan terlihat menggiurkan tapi percayalah, uang bukan segalanya. Kenapa saya berani berkata demikian? Karena berdasarkan pengalaman orang-orang sekitar saya, banyak orang yang ‘melacurkan’ mimpinya demi keuntungan yang lebih besar. tapi di tengah jalan ia merasa lelah, merasa jengah dan merasa tidak nyaman. Lalu dampaknya, output dari pekerjaannya tidak maksimal dan dia merasa menyesal. Dan menurut saya, tidak ada persaan yang lebih buruk dari pada rasa penyesalan. Nah kalau sudah terlanjur bagaimana? Satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa penyesalan adalah dengan iklas menjalani. Tapi kalau anda punya keberanian lebih anda bisa segera kembali pada jalur pilihan hati anda, tentunya dengan keiklasan dan ketekuan lebih untuk mengejar semua ketinggalan.
3. Percaya diri adalah yang utama.
Bagaimana orang lain bisa percaya dengan kemampuan anda kalau anda sendiri tidak yakin dengan diri anda. Bagi saya, meyakinkan diri sendiri itu lebih penting daripada menyakinkan orang lain, agar saya kenal dengan ‘diri’ saya, dengan apa yang saya bisa lakukan, dan apa keuatan dan kelemahan saya. Lalu bagaimana cara kita ‘meyakinkan diri’? buat saya satu-satunya cara yang paling efektif untuk meyakinkan diri saya adalah dengan memperkaya diri saya dengan sebanyak mungkin ilmu dan keahlian yang bisa saya miliki, yang sesuai dengan minat saya.
sekian dulu sharing dari saya. Semoga ada manfaat buat yang membaca dan yang nulis (hehe..) karena saya juga sedang berusaha untuk terus memperbaiki diri. pesan pamungkas dari tulisan kali ini adalah:
“kenali diri anda sebaik mungkin, dan bercita-citalah, karena menurut Eleanor Roosevelt (kalo saya gak salah.. ) Success is belong to those who believe in the beauty of their dreams”
Jadi,
Selamat bercita-cita!! :D
30 Mei 2009
erase and rewind
Dan hari itu, sudah kesekian kalinya dari sekian banyak kali yang terlewati, ia klik tombol reload itu. Hanya demi melihat satu nama yang paling dihindarinya, paling ingin dilupakannya. Hari ini sungguh sama dengan hari-hari sebelumnya. Sampah, katanya.
Kalau tuhan memang tidak memberi jalan. Lalu kenapa tidak sekalian saja ia hilangkan jejak itu dipikiranya. Biar ia bisa kembali berjalan tanpa menoleh. Biar ia menyelesaikan saja tugas utamanya sebagai mahasiswa. Lulus, mencari pekerjaan yang layak, dan melangkahkan kaki sejauh-jauhnya. Sampai ia bisa merasakan rindunya kampung halaman dan harumnya bau tanah tropis sehabis tersiram hujan.
Mungkin penyesalan memang selalu datang belakangan. Mungkin memang seharusnya begitu. Supaya manusia terus belajar. Terus terjatuh dan kembali bangun dan jatuh dan bangun lagi. Tuhan memiliki selera permainan yang aneh, katanya dalam hati.
Sekali lagi ia reload tombol itu. Pekerjaanya belum juga selesai. Nama itu masih belum muncul. Hampir gila. Tidak ada yang bisa di ajaknya bicara. Tidak pula ia ingin mengganti status invisible di yahoo messengernya. Terlalu malas. Mungkin itu kata-kata yang tepat. Malas bergerak. Malas makan. Malas memperbaiki yang sudah runyam. Semuanya runyam. Biar saja yang kusut tetaplah kusut. Toh ia hanya memikirkan ini seorang diri. Dan yang lain pun tidak ada yang cukup perduli untuk sekedar bertanya kenapa. Padahal mungkin Hanya satu kata itu yang bisa membalikan seluruh dunianya saat ini.
Satu kenapa saja, tak pernah ia tanyakan. Ia tidak meminta apapun. Ia tidak ingin dibuatkan seribu candi. Ataupun dihibur dengan sejuta pertunjukan. Atau disanjung dengan 1000 mawar. Ia hanya ingin satu kata saja. Kenapa?. Tuhan, yang maha baik.. aku Cuma ingin dia Tanya pada ku kenapa, hanya itu tuhan. Hanya itu saja.
Lelah..
Ia memilih untuk melupakan saja. Memaafkan karena tak sanggup membalas. Melepaskan karena sudah terlalu lelah.
lalu lagu itu pun kembali berputar
*I'm so tired, I haven't slept a wink
I'm so tired, my mind is on the blink
I wonder should I get up and fix myself a drink
No,no,no.
I'm so tired I don't know what to do
I'm so tired my mind is set on you
I wonder should I call you but I know what you'd do
You'd say I'm putting you on
But it's no joke, it's doing me harm
You know I can't sleep, I can't stop my brain
You know it's three weeks, I'm going insane
You know I'd give you everything I've got
for a little peace of mind
I'm so tired, I'm feeling so upset
Although I'm so tired I'll have another cigarette
And curse Sir Walter Raleigh
He was such a stupid get.
Start -> turn off computer.
*the beatles - I'm So tired