1 Jan 2017

Catatan Belanja 2017

Tadinya pengen nulis ini pas malam tahun baru, tapi..., ntah kenapa mungkin faktor u juga, badan ini selalu minta hibernate setelah pukul 11 malam. Jadilah pagi ini yang indah di awal tahun 2007 dimana badan terasa segar (thanks to antihistamine) saya mencoba untuk menulis beberapa paragraph di blog yang usang ini tentang apa-apa yang ingin saya capai di tahun 2017.


Berapa teman mungkin mengira kalau bikin resolusi/hal-hal yang ingin dicapai tahun depan itu semacam basi, karena kebanyakan malah cuman planning aja tanpa realisasi nyata. tapi seperti biasa berhubung saya seorang 'planning person' saya nyatanya lebih merasa aman ketika saya punya rencana ketimbang hanya 'jalanin aja'.

Menurut saya manusia harus punya rencana, tapi tetep hasil akhir tuhan yang nentukan. Lelah juga kali selalu memaksakan segala kehendak kita agar selalu tercapai, padahal tuhan lebih tau apa yang terbaik buat kita.

Oke, cukup sekian basa-basi sok bijak nya selanjutnya, berikut adalah hal-hal yang ingin saya capai tahun 2017:

1.  Mengurangi mecin intake, Perbanyak makan buah

2.  Mengurangi socmed intake

3.  Mengurangi frekwensi chatting dan beralih ke telepon

4.  Memperbaiki management waktu yang sudah acak-acakan (gara-gara 1,2,3)

5.  Memulai lagi untuk 3M : Memasak makanan sendiri, Menggambar, Menulis blog

6.  Menyelesaikan buku buku yang sudah dibeli namun belum selesai dibaca

8.  Rajin ke Gym dan mengurangi berat badan 20 kg (HAHAHAHA).
Karena nggak mau ketergantungan sama anti histamine terus, kasian ginjal sama liver.

9.  Mengurangi frekuensi nongkrong-nongkrong yang tidak tepat guna, dan lebih banyak mendengarkan kata hati.
Simple aja sebenernya, karena waktu sudah semakin terbatas, kesehatan juga semakin menurun, sudah saatnya meninggalkan hal-hal yang kurang membawa manfaat, sudah saatnya lebih mendengarkan kata hati dan tidak terlalu pedulikan pendapat orang-orang. di usia segini kita sudah tau lah, siapa yang teman, siapa yang teman dikala senang aja, siapa yang bakal pasang badan dikala kita jatuh.

10. Jatuh cinta lagi dan menikah (HAHAHAHA)
Sepertinya saya sudah memasuki masa  'ngapain lagi yaa?' dan menikah sepertinya akan menjadi petualangan seru selanjutnya, biar kata lingkungan sekitar saya bilang bahwa menikah tak seindah yang dibayangkan, namun sepertinya sesuatu yang baru dan tak tertebak akan lebih menyenangkan ketimbang terjebak dalam ketakutan orang lain, yang belum terbukti oleh diri sendiri :P. Kalau kata nabe, yang penting niat dulu :))

Kalian sendiri bagaimana? apa rencana kalian di tahun 2017?
Selamat Tahun Baru 2017!!







19 Agt 2016

Curhat Awal Semester

Sudah kurang lebih  5 bulan saya pindah kerja ke Jakarta. Pindah ke perusahaan konsultan kelas dunia yang memang sesuai dengan bidang yang saya tekuni dari jaman kuliah dulu. Betemu dengan orang-orang yang punya passion sama seperti saya dan bisa mengkomersialisasikan keilmuan yg menurut orang-orang nggak kepake di dunia nyata, itu ternyata cukup bikin saya amazed sekaligus bangga bisa jadi bagian dari mereka. Meskipun saat ini setatus saya cuman baru kuah-kuah ikan. ;)

Hari ini jumat malam, harusnya saya sudah on the way ke Bandung. Tapi pada kenyataanya saya masih di kosan, ijin pulang cepat sama bos karena sudah ga kuat sama badan yang meriang dan hidung yang ga berhenti meler. Sudah sebulan lebih saya sakit. Batuk aja sih.. tapi luar biasa bikin kerja jadi kurang produktiv. Batuk-batuk dikantor, nggak enak sama kolega dan bos. Mau ditahan, kasian badan. Akhirnya saya paksakan berobat ke dokter. Tapi ternyata lama juga sembuhnya.

Tidak seperti biasanya sakit kali ini,  biasanya saya hanya sakit paling lama itu satu minggu. Sekarang sudah hampir sebulan lebih. Apa mungkin ini factor usia juga?, tapi rasanya banyak juga yg udah tua tapi masi tetap fit.  Mungkin saya hanya terlalu capek. Iah mungkin itu (semoga hanya itu).

Jadi sepertinya, 5 bulan dari sejak saya pindah ke Jakarta. Saya memang belum pernah benar-benar beristirahat. Selalu saja ada acara kapan kemana. Atau kalau ada waktu break seharipun. Hanya wiken dan wiken itu dilakukan diantara kegiatan pulang-pergi Jakarta-bandung yang ternyata sangat menguras energy saya. Ditambah lagi kesibukan kantor dan sulitnya akses ke supermarket, bikin saya lupa untuk minum multivitamin atau konsumsi lemon seperti yang biasa saya lakukan di bandung.

Udara Jakarta juga jadi faktor yang membuat saya semakin lemah. Udara panas dan lembab serta banyak polusi memang kurang cocok dengan kondisi badan saya yang alergi sama udara lembab. Hidung saya bisa jadi semacam indicator cuaca, kalau tiba-tiba meler, pasti beberapa waktu kemudian akan terjadi hujan. 8 dari 10 tebakan, selalu benar.

“Kamu mikirin apa sih? Sampai sakit ga sembuh-sembuh gitu?”
Itu pertanyaan ayah waktu saya telepon kemarin. Pertanyaan biasa-biasa saja yang bikin saya jadi ngelamun sampai ketiduran. Ia saya mikirin apa sih?. Apa sebenernya saya nggak betah tinggal di Jakarta? Apa saya sebenarnya tidak menikmati pekerjaan saya? Kenapa, kenapa?

..

Mungkin sebenarnya saya hanya terlalu capek. Semoga nggak ada dugaan dugaan lain selain itu. Semoga dengan doing nothing di kosan bisa mengembalikan stamina saya dan proses penyembuhan ini berjalan dengan baik juga

Saya sangat bersyukur untuk pekerjaan saya hari ini. This is my dream job. I always want this. Tapi mungkin memang selalu ada harga yang harus dibayar untuk setiap cita-cita. Dan inilah salah satu harga yang harus saya bayar untuk itu semua.

Katakanlah, saya terlalu ambisius. Sinetron sekali memang. Tapi bukankah semua kemajuan peradaban yang kita rasakan hari ini adalah buah dari ambisi para pendahulu kita?.  



But, I’m not a man..

Saya bukan ingin menjadi hebat, tapi setidaknya saya ingin menjadi berguna untuk orang-orang yang saya cintai, dan mencintai saya syukur-syukur untuk orang-orang diseliling saya dan mungkin negara saya juga. dengan cara yang saya suka. Karena sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.(HR. Thabrani dan Daruquthni) toh?.

‘Apakah saya ingin pulang kebandung?’


Tentu saja! kota Bandung adalah tanah kelahiran saya, disetiap sudutnya ada kenangan-kenangan masa lalu yang membentuk saya menjadi saya pada hari ini. Tapi nanti, kalau waktunya sudah tepat. Bukankan semua indah pada waktunya? ;)

xoxo

14 Mar 2016

Kurt Elling, Till Bronner dan Java Jazz Festival yang Nggak Jazz Banget

Gue punya idola baru, namanya Kurt Elling, kemaren abis nonton performancenya di Java Jazz. And I can’t take my eyes of off him. Sebenernya ke Java Jazz itu niatnya nonton Till Bronner, jazz trumpeter asal Jerman ,sebagai balas dendam karena waktu di Jerman itu ga sempet nonton konsernya di Hamburg. Dan berhubung java jazz adalah festival music.  jadinya bakal banyak dong yang dateng.. salah satunya adalah Kurt Elling ini. Sebenernya ada Chris Botti sama Robin Thicke. Cuman seperti biasa.. gue suka nggak tertarik sama artis-artis hit maker kekinian *entah kenapa*.

Abang Till Bronner yang super Kece

Lalu salah dua artis lainnya yang ingin gw tonton adalah Level42 dan Patti Austin, Kalau Level 42 dan Patti Austin mah gw udah sering denger lagunya. karena dulu kaka gue hobi ngeband, terus biar canggih, referensi musiknya dengerin band band acid jazz yang emang performancenya selalu standar festival dan selalu memukau ketika ditonton secara live.

That Kurt Elling Guy

Kurt Elling, kalau kata Peter Gontha, amazing underated artist! belom banyak orang yang tau si doi (Di Endonesiah) karena kalian tau sendiri music kek mana yg laku di endonesia. Mungkin karena genrenya Jazz, terus ya gitu deh. cause not everybody listen to jazz so.. okay. tapi kalau kalian suka dan tau Sinatra atau Nat king cole, gue yakin kalian bakal suka dengerin Kurt Elling. Jazz vokalnya luar binasa! coba dengerin lagu-lagunya yg juga merupakan standard jazz song macam dedicated to you-nya Coltrane and Hartmann atau my foolish heart - victor young, atau nature boy – Nat King Cole, atau estate – Bruno Martino, kayaknya dari semua versi yang ada yang pernah dinyayiin sama penyanyi-penyanyi Jazz lainnya, nggak ada yang bisa bawainnya semudah, dan se-catchy gayanya Kurt Elling. I think this guy has a magic in his voice, like.. he knows how to persuade people to like Jazz.


Kurt Elling Feat. Till Bronner and Mr Sax. whom i forget his name hahahah
*marvellous marvellous!!*


Tapi sayang banget lagi waktu dia ke Java Jazz kemaren ternyata pianis yang bersamanya bukan Laurence Hobgood , sehingga gue jadi agak sedih.. pas dia kasi tau kalo pianisnya bukan Hobgood gw langsung: TIDAKKK!!  T_T  *lebay* . padahal duet Elling sama Hobgood itu juga yang gue tunggu-tunggu dan ternyata setelah di browsing, Laurence hobgood udah nggak jadi pianisnya Kurt Elling lagi dari tahun 2013 *makin sedih*. terus belom lagi gue datengnya juga telat gegara ngantri di toilet yang ampe 20 menit *KAMPREETTT T_T . sumpah siah gue pengen nangis dan bete bgt waktu itu tapi disaat yang bersamaan gue pikir, nggak worthed juga nahan pipis satu setengah jam demi manjain mata dan telinga.

Anyway tapi semua kekecewaan gua terhibur di pempilan terakhir waktu Kurt Elling ngajak Patti Austin dan Till Bronner buat kolaborasi di lagu (hampir) terakhir untuk nyanyiin teach me tonight berdua dan kompak banget. What a performance! padahal kata Patti Austin dia belum pernah latihan lagu itu sebelumnya, dan betapa kurang ajaranya Kurt milih lagu itu tanpa bilang-bilang dia sebelumnya. Tapi emang dasarnya professional apa aja yang dibawain jadinya luar biasa aja.

..dan Java Jazz yang makin tidak Jazzy

the 2016 International Java Jazz Festival

Jazz emang music orang tua.. imagenya emang udah kayak gitu dan jarang banget gue liat ada anak muda yang mau mainin jazz. Jangan kalian bilang Joey Alexander!, gue yakin kalian tau dia pun karena dia masuk grammy kan? Coba kalau dia nggak masuk grammy mana ada orang yang ngeh ada bocah aneh prodigy gitu bisa maen piano jazz kayak orang udah 40 tahun maen piano jazz. Tapi yah namanya anak-anak nggak aneh sebenernya kalau bisa jago kayak gitu. Karena anak-anak kan emang selalu lebih mudah belajar dibanding orang dewasa. secara belom kenal namanya problematika hidup.. macam mutar otak buat bayar listik atau bayar kartu kredit pasca kebobolan tas fossil di awal bulan *sigh.

Balik lagi ke jazz yang music orang tua itu,

Kalau kalian perhatiin acara Java Jazz aja.. dari tahun ketahun, tiap kali eventnya diadain, pasti yang namanya dipampang gede-gede atau yang super shownya bukan musisi jazznya tapi artis-artis yang kekiniannya. Artis-artis pop lebih tepatnya. Kayak waktu itu pernah Jason Mraz, atau Joss Stone, atau pernah juga JKT48 *dafaq?!*, Cristina Perri, even Sheila on 7?!?!?!  Terus yang bikin sedih artis-artis yang emang Jazz musiciannya manggungnya di panggung2 kecil, dengan sound system yang nggak terlalu maksimal, terus penonton yang seenak udel keluar masuk, sembari ngunyah makanan. Sedih banget guah sedih. Itu yang didepan lagi mainin music yang nggak gampang dimainin WOYY!! lo pada seenak udel aja ngobrol terus ngeloyor pergi. *sigh (lagi)

Katanya Java Jazz Festival itu the biggest Jazz event in the world tapi kok gt ya..kok gue nggak ngerasa itu seperti sebuah event yang kelas dunia gitu. Emang sih banyak artis-artis luar negerinya tapi.. eventnya sendiri sepertinya nggak mencerminkan itu sebagai sebuah event internasional, entah karena penontonnya yang kurang asik menurut gue, entah karena EO nya yang sangat profit oriented yang cuman pakai kata Jazz sebagai sebuah ekslusivitas tapi dalemnya tetep aja ngikutin maunya pasar. Entahlah.. atau mungkin ekspektasi gue aja terlalu tinggi.

Kalau ditanya lagi bakal dateng nggak ke acara java jazz tahun depan? Kayaknya sih enggak, tapi gue masi punya cita-cita untuk datang ke acara event jazz internasional lainnya yang bukan di Indonesia tentunya, gue masi ingin beneran datang ke acara Jazz Burghausen di Jerman, North sea Jazz di Belanda, atau Montreoux Jazz festival di Swiss, IDK..


But anyway, another bucket list has been done. I’m so happy YAY!

16 Nov 2015

Can We be Friends?

Beberapa bulan terkahir ini, selain disibukan dengan pekerjaan kantor yang masi seputar itu-itu saja. Saya juga disibukkan dengan kegiatan lain yaitu: bermain. Ya bermain. Setelah sekitar 3 bulan kerja di kantor dan merasa cukup jenuh sama rutinitas kantor yang sangat menuras tenaga dan pikiran *caelah*. Saya merasa butuh bertemu dengan orang-orang diluar lingkungan kantor saya. Dan akhirnyalah saya kembali aktiv bermain couchsurfing.

Dengan mengikuti beberapa kegiatan gathering dan trip-trip cantik sekitar kota. Saya mulai berkenalan dan berinteraksi dengan berbagai macam manusia dengan berbagai latar belakang. Sebagai introvert yang tidak mau terdefinisi *caelah (lagi)* saya memberanikan diri untuk berkenalan dengan membaur dengan komunitas tersebut. Pertemuan yang pertama terjadi di waroeng bandung, benar-benar menguras tenaga. Saya lelah luar biasa. Padahal hanya ngumpul ngobrol-ngorbrol ngalor ngidul.

Namun setelah itu ada beberapa meeting lanjutan seperti hiking-hiking dan camping-camping manja. serta acara trekking-trekking yang juga manja *haha*. Dari situ kemudian saya mulai mengenal orang-orang yang kemudian berubah dari sekedar kenalan menjadi teman.

Saya selalu bilang kalau saya bukan orang yang mudah berteman. Dan saya bukan orang yang suka memaksakan seseorang untuk bisa berteman dengan saya. Menurut saya itu semacam pemborosan energy. HAHA. Tapi tidak otomatis saya bersikap dingin juga kepada orang-orang yang tidak saya anggap teman. Saya tetap mencoba untuk ramah dengan semuanya karena itu semacam bentuk pembawaan diri ketika berinteraksi social dengan orang lain. Mungkin lebih kecara saya menghormati orang lain? Ya kan kita nggak tau siapa-siapa aja yang potensial jadi teman kita di kemudian hari.

Ada salah satu kutipan ayat Al-Quran yang saya suka, tapi saya lupa ayat berapa ,males google juga tapi kira-kira begini terjemahannya:
“Orang baik, hanya untuk orang yang baik. Dan begitu pula sebaliknya.”

Sebenarnya secara umum ayat itu berlaku pada konteks jodoh. Namun saya punya interpretasi saya sendiri *brace my own self from rotten tomato rain from religion fanatics all over universe* *lol* *just kidding*. Menurut saya, We attract people of our kind. Bukan hanya dalam konteks jodoh namun dalam seluruh aspek kehidupan.  Termasuk dalam berteman. Jika hidup saya dibaratkan sebagai sebuah rumah dengan segala macam isinya, maka mereka mereka yang saya anggap teman adalah mereka mereka yang betah berlama-lama tinggal di dalam rumah saya.

So are you feeling comfortable being around me? If yes, then pobably we can be friends 

J

29 Okt 2015

Rahasia Payung Teduh

Ingin rasanya membuat interpretasi visual dari lirik lagu yang luar biasa indah ini
mungkin nanti, kalau sudah tidak terlalu sibuk.
Entah kapan..



Rahasia
~Payung Teduh

Tak ada sore dan udara menjadi segar
Tak ada gelap lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar hanya remang malam semua tlah hilang, terserang matahari..
Harum mawar membunuh bulan
Rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu pada semua bisikanku
Memanggil namamu..
Atau kau ingin aku berteriak sekencang-kencangnya
Agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaramu

27 Okt 2015

Buat Anak Kecil yang Terjebak Ditubuh yang Semakin Menua.

Buat kamu, kalo kebetulan baca,

Hei kamu, ia kamu. 
Kenapa pulang kampung? di Bandung aja mendingan.
Maen lagi sama aku. kamu mau main apa? 
Boy-boyan? Gebrakan? atau sekedar naik bukit lagi kayak waktu itu?
Takut sesak nafas lagi? Gapapa kita bisa berhenti setiap kamu merasa lelah. 
Atau kalau kamu lapar,
Kita juga bisa berhenti sebentar lagi, sambil makan roti lapis yang aku bikin buat bekal hari ini. 
Kamu boleh cerita. Tentang apa saja.
Tentang kuliah yang belum juga selesai,
Tentang thesis yang sepertinya tak berujung,
Atau tentang teman sekosan yang hobi ngutang,
Ada minumnya juga,
Tenang saja.

Hei kamu, 
Ia kamu
Tidak sama antara menjadi tua dan mendewasa. 
Sebab dewasa adalah pilihan.
Dan tubuh menua adalah suatu yang tak bisa dihindari.
Selama kaki masi berpijak di bumi. -- seperti kata Tom Yorke -- 
Gravitasi selalu menang. Fakk!
Tapi gapapa.
Toh menjadi dewasa ada daya tariknya tersendiri,
Dengan ragam masalah dan dinamika hidup yang semakin kompleks,
Dan hal-hal yang menyita emosi dan pikiran,
Menyebalkan memang,
Tapi seperti biasa, 
kita bisa berhenti sejenak lagi,
Melihat kebelakang,
Ke jalan panjang yang sudah kita lewati,
Mentertawakan hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, 
Menikmati jiwa yang semakin kaya,
Sambil makan sandwich yang aku buat, 
Menjadi kanak-kanak untuk beberapa saat, 
Lalu melanjutkan perjalanan lagi.
Seperti sebelumnya.

Hei Kamu,
Ia kamu.
Ayo pulang ke Bandung,
Ayo kita ngobrol lagi,
Hari minggu kedua di bulan depan,
Aku akan tunggu kamu dibukit yang waktu itu. 
Jangan ga datang ya :)








1 Mar 2015

My 2014 In 3 Paragraph

I’ve been traveled accross continent, i've been to the North Sea, I broken heart to the deepest, I lost my favorite person, for the first time in my life I speak my heart and hurt someone’s, And lost again another favorite person, So i lost my appetite to finish my master thesis, I’ve been in the valley of shit.  I have a few trusted friends whom I know I can speak truth and they accept me for who I am. I learn how to play guitar and I mastered Joni Mitchell – a case of you; which I found helping me to relive my pain from losing someone -- a little bit. I learn a few phrases of Deutsch and willing to continue learning it even though I don’t know if I still have time. I’m worrying my future, I am afraid of getting old without doing something meaning full in my life. so I get my appetite back to finish my master thesis, made my supervisor yelled at me many times because I often bothering him with my crappy ppt slides. I cried in my motorbike. I promise I will beat him in my thesis defense. And I did it. And I thank him for he yelled at me because he made me learn.

2014 has been teaching me to do whatever I want to do. Because no matter how hard you try to do your life, there will always someone who’ll criticize you for anything that you do and don’t. It teaches me that, if someone is really care about you, if they get angry of you, they would explain what makes them angry, so you can apologize to them, and they’ll still around. Not just run. Be yourself no matter how shitty you are because the best thing you can do to yourself is only being you. Unless you can be batman, then be it. Be nice to people but never try to impress them because that is overrated and overrated is boring and exhausting. Your help will only useful if they really wanted to be help, else, your time is precious, respect yourself, skip the shit.

During the shitty yet beautiful year of 2014, I’ve been worrying my life like hell. I keep questioning all the uncertainty that will happen to my life after graduation. Will my skill would be useful? Will I get a job? Will I fall in love again? Will I still be in Bandung? Will I get a PhD sometimes? will I ever see him again? And other buzzy questions which most of it of was nonsense. It did makes me depressed and sad. And like other mainstream human being, I talk to God, i asked to Him for help and. he did. I finally graduate, working 3 months with my lecturer, and get a real job after that. I just realized that maybe… what God wants from me is he just wanting me to ask, for His help, and have faith that He’ll help me, so simple yet so hard to understand. I know  i'm indeed not easy. so welcome March 2015. better late than never.