19 Feb 2009

Sepucuk surat untuk kawan lama

..
Kawan, tak terasa 4 musim telah terlewati, sejak hari itu.
sejak kalian memutuskan untuk saling membelakangi
dan berjalan sendiri-sendiri.
menggantungkan luka lama dan tanda tanya.
apakah kalian masi merindu?
ketika yang ada hanyalah kita dan malam.
apakah kalian masih sering mengunjunginya?
sekedar untuk menyapa yang telah berlalu.
momen-momen yang membeku dalam untaian kenangan masa lalu
kumpulan memori.
apakah kau masih sering bertanya, perihal kejujuran itu,
yang membuatmu menerka masa lalu yang tak pernah kau jalani,
demi setetes alasan, yang sanggup menghentikanmu dari pencarian tak berujung ini..
Apakah kau bahagia kini? , apakah dia bahagia?,
tidakkah kau merasa lelah?, untuk terus menunjukkan pada dunia, bahwa kau lah pemenangnya, bahwa kau sudah sembuh, bahwa kau sudah memiliki penggantinya.
Tapi kenapa aku tak lagi dapat melihatnya?
sinar hangat itu, yang terpancar dari coklat matamu.
dari adanya dirimu saja.
katakanlah sesuatu yang tertahan itu.
menangislah kalau itu perlu
izinkan lagi sinar itu terpancar dari kedua bola matamu.
kawan, kebahagiaan sejati terjadi ketika kau dapat bersahabat dengan diri sendiri. sehingga tak ada lagi sakit di hati.
biarlah luka itu sembuh dan mengering.
dan menjadi satu warna dalam hidup mu.

3 komentar:

f mengatakan...

ga ngerti Mei...

M.R mengatakan...

It's ok.
karena memang gak ada yang perlu dimengerti.

:D

blood-ocean mengatakan...

teu nyangka si mei bisa buat puisi siga kieu, hehehe......sukses ya mei!!!!